Home

Main Menu
Pengajaran
Research Group
Tautan
Alamat
Address:
Jl. Ganesha No. 10
Labtek III, Lantai IV
Bandung 40132
Jawa Barat
Indonesia

E-mail: administration[at]as.itb.ac.id
Telephone: +62-22-2511576
Fax: +62-22-2509170

Kolokium 01 Mei 2009
Judul:Search for Stellar Streams in the Solar Neighborhood
Pembicara:Dr. M. Ikbal Arifyanto
Waktu:Jumat 01 Mei 2009, pukul 13:30-14:30 WIB
Tempat:Ruang Seminar 2 Astronomi

I will review the recent studies in searching for stellar streams in the solar neighborhood. The star streams or moving groups are essensially group of stars with the same orbits in the galactic potential and have also been detected as overdensities in the phase space distribution of stars in the solar neighborhood. Some of the groups are associated with open cluster or former cluster members which are now unbound and drifting away from their origin. However, data from the last decade seem to support of cold star streams consisting of old stars which are mainly belong to the halo, as relics from the formation of the Milky Way. But moving groups of old stars are also observed in the galactic thin disk. These groups are very probably not related to tidal debris streams, but originated from dynamical effects within the disk itself like resonances with the inner bar of the Galaxy or with spiral density wave.

 
Seminar Pasca 29 April 2009
Judul:Radial velocity determination using cross-correlation method: the case of CD Tau
Pembicara:Agus Triono P. J.
Waktu:Rabu 29 April 2009, pukul 11:00-12:00 WIB
Tempat:Ruang Seminar 2 Astronomi

Umumnya, penentuan kecepatan radial dilakukan dengan mengukur nilai panjang gelombang puncak garis kuat, misal H-alpha. Namun cara ini memiliki kelemahan; diantaranya adalah kurangnya informasi tentang noise dan rumitnya fitting garis serapan dengan fungsi matematika sederhana (Simkin, 1974, A&A 31, 129-136).

Pada presentasi ini akan dikenalkan metode cross-korelasi dalam penentuan kecepatan radial serta perbandingan hasil penurunan kecepatan radial dengan kedua metode tersebut. Metode cross-korelasi memiliki prinsip utama membandingkan pergeseran obyek relatif terhadap suatu standar (biasanya adalah bintang standar kecepatan radial). Studi kasus yang diambil adalah bintang ganda gerhana bergaris ganda CD Tau.

 
Seminar Mahasiswa 28 April 2009
Judul
:Aspek Astronomi Dalam Candi Borobudur
Pembicara:Irma Indriana Hariawang (10304013)
Pembimbing:Dr. Iratius Radiman
Waktu:Selasa 28 April 2009, pukul 08:30-09:30 WIB
Tempat:Ruang Seminar 2 Astronomi

Candi Borobudur merupakan candi terbesar yang ada di Indonesia. Candi yang dibangun pada tahun 800 masehi ini merupakan representasi Candi Buddha yang berlebur dengan budaya jawa dan bercerita tentang perjalanan hidup Buddha di ukiran dinding reliefnya. Ada beberapa relief yang menggambarkan obyek astronomi, salah satunya relief yang melukiskan 7 bulatan kecil yang berada diantara 1 bulatan besar dan 1 sabit. Simbol ini muncul karena kepercayaan ritual agama Buddha. Tujuh bulatan kecil di interpretasi sebagai gambaran 7 buah bintang, bulatan besar sebagai gambaran matahari dan sabit sebagai gambaran bulan sabit. Ada juga relief yang melukiskan sebuah perahu layar, simbol ini merupakan gambaran alat transportasi yang digunakan pada masa itu. Perahu layar menggambarkan keahlian mereka sebagai pelaut. Mereka memiliki kemampuan navigasi laut yang baik dengan mengamati rasi dan pergerakan benda langit.

Selanjutnya...
 
Seminar Pasca 22 April 2009
Judul:Review Paper: "Color bimodality: Implications for galaxy evolution" (Baldry et al., 2004)
Pembicara:Yayan Sugianto
Waktu:Rabu 22 April 2009, pukul 11:00-12:00 WIB
Tempat:Ruang Seminar 2 Astronomi

Dengan menggunakan sampel galaksi dari Sloan Digital Sky Survey, Baldry et al. mempelajari variasi distribusi bimodal color-magnitude (CM) terhadap lingkungan. Dengan membagi populasi galaki berdasarkan lingkungan dan luminositas, fungsi warna dimodelkan dengan fungsi double-Gaussian. Hal ini dapat mendekonvolusi distribusi CM menjadi dua populasi: red dan blue sequences. Adanya perubahan bertambahnya densitas lingkungan dapat dipisahkan menjadi dua efek: bertambah besarnya fraksi galaksi dalam distribusi merah, dan pergeseran kecil warna dalam relasi CM setiap distribusi. Pergeseran warna rata-rata adalah 0.05 untuk distribusi merah dan 0.11 untuk distribusi biru. Fraksi merah bervariasi antara 0% dan 70 untuk galaksi luminositas rendah dan antara 50% dan 90% untuk galaksi luminositas tinggi.

 
« MulaiSebelumnya12345678910BerikutnyaAkhir »

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL
English (United Kingdom)Indonesian (Indonesia)

Latest News

feed-image Feed Entries

Agenda Terbaru

No events