Bosscha Visitor Transit Center: Berteduh Sembari Menikmati Pengetahuan Dasar Astronomi

Apr 26, 2011 | Artikel | 0 Komentar

bvcas.itb.ac.id – Jika Anda berkunjung ke Observatorium Bosscha mulai akhir April 2011, Bosscha Visitor Transit Center (BVTC) adalah tempat pertama yang akan Anda tuju. BVTC yang terletak di belakang Pos Satpam ini dulunya adalah lapangan tenis yang praktis jarang digunakan sehingga dimanfaatkan sebagai visitor transit center. Evan I. Akbar, Koordinator Kunjungan Bosscha, menuturkan bahwa sejak tahun 2001 Bosscha dikunjungi lebih dari 65.000 orang per tahun, dengan batasan maksimal 600 orang per hari. Karena jumlah yang tinggi inilah dibutuhkan pembangunan visitor transit center, dimana di dalamnya terdapat fasilitas-fasilitas seperti toko suvenir, galeri penelitian dan riset, medical room, juga tempat pengamatan dan pusat pendaftaran pengunjung.

Ide untuk membangun BVTC ini dicetuskan oleh Dr. Hakim L. Malasan, Kepala Observatorium Bosscha saat ini. Pada Februari 2010, beliau mengutarakan niatnya untuk membangun transit center, dengan tujuan menyediakan tempat berkumpul yang memadai dan nyaman bagi rombongan yang berkunjung ke Observatorium Bosscha, tempat pemberian edukasi astronomi awal sebelum berkeliling kampus Bosscha,  juga untuk tempat berteduh. Sebelumnya, pengunjung yang datang umumnya menyebar ke berbagai  titik di kampus Bosscha, seperti ke toko suvenir, duduk-duduk di rumput, depan ruang ceramah, juga daerah sekitar kantor dan perpustakaan. Ada pula yang berjalan-jalan sampai wilayah belakang kubah, dimana di situ ada peralatan sensitif seperti GPS, Tsunami monitoring system yang tidak seharusnya didekati manusia.

Gayung bersambut ketika di akhir Februari 2010, Bank Mandiri memberikan tawaran hibah Corporate Social Responsibility (CSR) sebesar 300 juta rupiah bagi Observatorium Bosscha ITB, untuk mengembangkan fasilitas dan melestarikan Observatorium Bosscha sebagai salah satu obyek vital nasional. Upacara serah terima hibah CSR dilaksanakan pada 27 Maret 2010 dari Presiden Direktur Bank Mandiri (waktu itu adalah Agus Martowardojo, kini Menteri Keuangan) kepada Wakil Rektor Bidang Sumberdaya dan Organisasi ITB, Irawati. Untuk fasilitasnya sendiri, direncanakan akan dipusatkan untuk pemberian edukasi astronomi juga, seperti pemasangan teleskop portabel di balkon lantai 2 dan galeri yang memajang karya-karya riset astronomi. Pembangunannya sendiri dimulai awal Februari 2011 dan bila tidak ada halangan akan diserahterimakan di akhir April 2011. Setelah pembangunan ini selesai, mekanisme kunjungan pun berubah. Setiap harinya, Bosscha akan menerima maksimal 600 pengunjung, dibagi dalam 3 shift yaitu pukul 09.00, 11.00, dan 13.00. Setelah sampai di Observatorium Bosscha, pengunjung mendaftar dan berkumpul di BVTC dan dibagi menjadi 3 kelompok lagi untuk berkeliling ke 3 spot utama, yaitu kubah teleskop Zeiss, ruang ceramah, serta teleskop surya. Pembagian seperti ini dibuat agar pengunjung tidak berkeliaran ke zona-zona yang dikhususkan untuk penelitian, yaitu di daerah kantor dan perpustakaan. Dengan begitu Observatorium Bosscha bisa tetap lancar menjalankan fungsi utamanya sebagai institusi penelitian, sambil memberikan pengetahuan astronomi kepada masyarakat setempat.  [sm]