Sorry, this entry is only available in Indonesian. For the sake of viewer convenience, the content is shown below in the alternative language. You may click the link to switch the active language.

Summer school atau sekolah musim panas, mungkin sudah tidak asing lagi bagi kalangan pelajar terutama mahasiswa, bukan? Ya! Summer school merupakan suatu kegiatan belajar yang biasanya diselenggarakan oleh suatu universitas atau lembaga tertentu pada liburan musim panas dengan partisipan yang berasal dari berbagai kota bahkan negara. Berbicara mengenai summer school, tahun 2019 ini, Institut Teknologi Bandung (ITB) menyelenggarakan 12 summer school untuk berbagai topik. Salah satunya untuk topik Astronomi yang bertema Radio Astronomy. Kegiatan ini dimulai tanggal 22 – 26 Juli 2019 yang bertempat di Obervatorium Bosscha yang terletak di Lembang, Jawa Barat.

Tema Radio Astronomy ini merupakan salah satu tema dalam keilmuan Astronomi yang berbagai pengembangannya sedang gencar dilakukan di dunia. Secara ilmiah, gelombang radio dari angkasa luar adalah suatu sinyal yang lemah. Namun jika kita dapat mendeteksinya, kita dapat mengetahui berbagai informasi dari luar angkasa, seperti adanya eksoplanet, atau bahkan kita dapat mencari tahu keberadaan makhluk luar angkasa yang programnya biasa dikenal dengan Search for Extraterrestrial Intellegence (SETI). Oleh karena itu dapat kita sebut tema kali ini adalah “Weak but Potentially Signal.” Atau “Sinyal yang Lemah namun Berpotensi.”

Kegiatan summer school ini menghadirkan berbagai pembicara atau pemberi materi (lecturers) yang berasal dari beragam negara. Pembicara-pembicara tersebut adalah Dr. Rene Breton (Jodrell Bank Centre for Astrophysics/School of Physics & Astronomy, The University of Manchester), Prof. Dr. Anna Scaife (Jodrell Bank Centre for Astrophysics/School of Physics & Astronomy, The University of Manchester), Prof. Dr. Taufiq Hidayat (Astronomy Study Program, ITB), dan Prof. Dr. Young-Chol Minh (Radio Astronomy Division, Korea Astronomy and Space Science Institute). Untuk partisipan mayoritas berasal dari Indonesia, namun terdapat dua orang dari Malaysia, dan tiga orang dari India, dengan total seluruh partisipan adalah 31 orang.

Pada hari pertama kegiatan summer school, para partisipan diberikan pembekalan dasar terkait Radio Astronomy serta pengenalan terhadap Jodrell Bank Radio Observatory oleh Dr. Rene Breton. Kemudian Prof. Dr. Anna Scaife menjelaskan materi tentang dasar radiasi terkait emisi radio termal dan non termal serta pengenalan antena dan receiver pada Radio Astronomy. Pada akhir acara di hari pertama, partisipan mendapat materi dari Prof. Dr. Young-Chol Minh terkait pengenalan Korea Astronomy and Space Science Institute (KASI) dan Radio Astronomy Korea. Pada hari kedua, materi yang diberikan masih serupa dengan hari pertama, yaitu konsep-konsep dasar radio Astronomy, seperti dasar interferometri radio, imaging and deconvolution, observasi dan kalibrasi sinyal radio, serta pengenalan terhadap Radio Frequency Interference (RFI).

Gambar 1. Dr. Rene Breton. (Sumber: md)

Gambar 2. Prof. Dr. Anna Scaife. (Sumber: md)

Gambar 3. Prof. Dr. Young-Chol Minh. (Sumber: md)

Gambar 4. Prof. Dr. Taufiq Hidayat. (Sumber: md)

Gambar 5. Partisipan. (Sumber: md)

Pada hari ketiga, partisipan diajak untuk melakukan ekskursi ke Jatiluhur untuk melihat teleskop radio milik Indosat Ooredoo. Dalam hal ini, ITB dan Indosat Ooredoo akan bekerja sama untuk mengalihfungsikan teleskop milik Indosat Ooredoo yang telah tak terpakai, kemudian diperbaiki dan dijadikan sebagai teleskop radio untuk kepentingan penelitian di bidang Astronomi. Teleskop tersebut bernama JAH-2. Sebelumnya dilakukan terlebih dahulu pemaparan dari pihak Indosat Ooredoo terkait industrinya dan perkembangan serta perannya dalam bidang satelit, jaringan, dan permulaan berkecimpungnya pada bidang Radio Astronomy.

Gambar 6. Pemaparan dari Perwakilan Indosat Ooredoo. (Sumber: md)

Gambar 7. JAH-2. (Sumber: md)

Pada hari keempat, pemaparan materi kembali dilanjutkan. Pada hal ini, dipaparkan terkait manfaat apa saja yang dapat kita ketahui dari dilakukannya observasi sinyal radio. Dr. Rene Breton menjelaskan terkait studinya akan Pulsar dari sudut  pandang Astrofisika. Kemudian, Prof. Dr. Anna Scaife menjelaskan studi evolusi galaksi, Prof. Dr. Young-Chol Minh memaparkan tentang molekul antar Bintang, dan Prof. Dr. Taufiq Hidayat memaparkan materi terkait observasi radio dari Tata Surya, pengenalan Atacama Large Millimeter Array (ALMA) dan reduksi data dengan CASA. Setelah pemaparan konsep, kegiatan dilanjutkan dengan practical work dalam mereduksi data ALMA.

Pada hari terakhir, practical work dilanjutkan namun dengan data yang berbeda. Untuk hari terakhir ini data yang direduksi adalah data dari Jodrell Bank. Kemudian partisipan dikelompokkan menjadi enam kelompok dan diberi kesempatan untuk berdiskusi dan mereduksi data tersebut lalu mempresentasikan hasil kerja timnya. Setelah itu Dr. Rene Breton memaparkan projek masa depan dari radio Astronomy, Prof. Dr. Taufiq Hidayat memaparkan rencana terkait radio Astronomy di Indonesia, dan Dr. Premana W. Premadi selaku Kepala Observatorium Bosscha memaparkan keuntungan potensial co-location dari fasilitas radio Astronomy dan satelit telekomunikasi. Kemudian, terdapat sambutan dari perwakilan AIPI, DIPI, dan Newton Fund sebagai donatur dalam pelaksanaan kegiatan summer school ini. Selanjutnya dilakukan penanda-tanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara ITB dan Indosat yang dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan Indosat. Kemudian acara ditutup dengan speech dari perwakilan FMIPA ITB serta dilakukannya sesi foto bersama. [md]

Gambar 8. Penanda-tanganan MoA. (Sumber: md)

Gambar 9. Pemberian Cinderamata untuk para Lecturers. (Sumber: md)