Sabtu, 12 September 2020, Observatorium Bosscha mengadakan Pengamatan Virtual Langit Malam untuk keenam kalinya. Materi yang dibawakan pada episode kali ini berjudul “Mengenal Awan Antar Bintang”. Acara dipandu oleh Luthfiandari dengan narasumber Dr. Lucky Puspitarini, seorang dosen dari KK Astronomi ITB bersama Agus Triono P. J., seorang astronom dari Observatorium Bosscha. Peserta yang mengikuti kegiatan ini berasal dari berbagai macam daerah di Indonesia. Latar belakangnya pun sangat beragam, tidak hanya astronom amatir namun ada juga peserta yang masih berstatus sebagai siswa dari berbagai tingkat pendidikan.

Seperti seri-seri sebelumnya, acara dimulai dengan penayangan video pengenalan Observatorium Bosscha. Setelah itu, Agus atau yang akrab dipanggil Mas PJ melakukan pengamatan yang ditayangkan secara langsung dari Rumah Teleskop Stevia di Observatorium Bosscha menyampaikan bahwa kondisi langit di Lembang sedang sedikit berawan namun sebagian besar masih cukup cerah.

Pembahasan yang dijelaskan oleh Ibu Lucky di antaranya adalah pengenalan dan penjelasan karakteristik materi antar bintang (MAB) atau nebula, bukti historis penemuan MAB, cara mendeteksi MAB, penjelasan tentang spektrum cahaya, dan evolusi suatu bintang yang memiliki hubungan erat dengan terbentuknya MAB.

Di tengah-tengah sesi pemaparan, Bu Lucky meminta bantuan Mas PJ untuk menunjukkan secara langsung wujud MAB itu di ruang angkasa. Sayangnya, tiba-tiba langit Lembang tertutup awan yang lumayan tebal sehingga menghalangi pandangan teleskop. Namun, Mas PJ sudah menyiapkan beberapa foto yang diambil beberapa hari sebelum pengamatan langit malam virtual ini dimulai. Salah satunya adalah foto di bawah ini, yang menampilkan Nebula Omega, salah satu MAB emisi.

Nebula Omega

Setelah sesi pemaparan selesai, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Dari beberapa pertanyaan yang diajukan oleh peserta, salah satunya yang paling menarik menurut reporter adalah apakah MAB dapat berubah bentuk?

Pertanyaan tersebut dijawab oleh Bu Lucky. Bentuk MAB bisa berubah ketika ada bintang yang mati sesuai dengan urutan evolusinya, bintang tersebut akan melontarkan partikel-partikel yang menstimulan terbentuknya bintang-bintang baru. Sehingga bentuk MAB bisa berubah akibat lontaran partikel-partikel tersebut. Namun apabila lingkungan di sekitar MAB itu stabil dan tidak ada sesuatu yang mengganggunya, maka bentuknya akan tetap stabil.

Beruntungnya setelah sesi tanya jawab awan tebal sudah tidak lagi menyelimuti langit Bosscha, sehingga secara langsung Mas PJ bisa menunjukkan salah satu nebula yang bisa teramati saat itu, yakni Messier 57 atau yang biasa dikenal dengan The Ring Nebula.

The Ring Nebula

“Langit itu indah. Amati langit kita. Kenalilah alam semesta kita. Dengan mengenal alam semesta, kita bisa lebih kenal pada diri kita sendiri,” pesan Bu Lucky di akhir acara. [Farida Fikrianisa]