Sorry, this entry is only available in Indonesian. For the sake of viewer convenience, the content is shown below in the alternative language. You may click the link to switch the active language.

Observatorium Bosscha aktif beroperasi dan melakukan penelitian serta pengembangan ilmu astronomi. Pemotretan benda langit dilakukan awalnya menggunakan plat fotografi (analog), tapi sekarang pemotratan sudah dilakukan secara digital dengan menggunakan kamera CCD. Meski sekarang tidak lagi menggunakan plat fotografi, tapi koleksi hasil pengamatan dengan plat fotografi ini tetap tersimpan rapi dan menjadi rujukan data bagi yang memerlukan. Lewat pertemuan Pascasarjana pekan lalu (Rabu, 12 Februari 2020), Irfan Imaduddin (Udin) membahas jenis dan cara pengolahannya plat fotografi di Observatorium Bosscha.

Sooner or later, everybody will find me.” adalah sebuah kalimat yang disampaikan oleh Udin di awal pertemuan yang ia kutip dari salah satu web database plat fotografi astronomi. Artinya, plat fotografi merupakan data pengamatan maupun fotografi biasa yang diambil oleh para astronom sejak pengamatan dengan meotretan dimulai, dan kita masih bisa melihatnya sampai sekarang. Udin juga memberikan contoh foto hasil dari plat fotografi nonastronomi yang diambil di Observatorium Bosscha, salah satunya yaitu saat pembangunan Rumah Teleskop Bamberg pada tahun 1925.

Secara umum, plat fotografi di Observatorium Bosscha bisa dibedakan menjadi empat jenis, yaitu:

  1. Plat fotografi Zeiss, yang digunakan untuk mengamati bintang ganda.
  2. Plat fotografi Schmidt, yang digunakan untuk survei langit.
  3. Plat fotografi Schmidt dengan prisma, yang digunakan untuk merekam spektrum yang dihasilkan oleh prisma kemudian spektrum tersebut difokuskan ke titik fokus teleskop Schmidt.
  4. Plat fotografi era sebelum perang dunia ke-dua, dihasilkan dari berbagai macam teleskop berukuran kecil dan digunakan untuk pengamatan bintang variabel dan juga untuk menentukan paralaks bintang.

Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, teknik pemotretan benda langit di Observatorium Bosscha juga selalu diperbarui. Jika dahulu menggunakan plat fotografi, sekarang ini sudah digunakan kamera CCD atau charge-coupled device. Pemotretan dengan plat fotografi memanfaatkan efek photochemistry untuk mendapatkan citra. Plat tersebut mengandung ion Ag+ dan Br, sehingga para astronom harus mencuci plat tersebut agar bisa terlihat hasilnya. Langkah mencuci plat ini yaitu pertama-tama menggunakan cairan develop, lalu dengan fixer yang mengandung senyawa Na2S2O3, dan terakhir dicuci dengan air bersih biasa. Langkah tersebut akan membuat silver mengental dan bromide menghilang hingga akhirnya proses kimia yang terjadi akibat cuci film tersebut dihentikan oleh air bersih dan akan muncul lapisan coating atau pelindung bagian dari silver. Plat fotografi yang berupa film tersebut terbagi menjadi plat basah (tanpa gelatine) dan plat kering (dengan gelatine). Plat yang digunakan di Observatorium Bosscha menggunakan jenis plat kering.

Brbeda dengan teknik pemotratn dengan plat fotografi, kamera CCD menghasilkan citra dengan memanfaatkan efek fotolistrik. Tentunya dengan proses digital, plat fotografi ini dapat lebih cepat menghasilkan hasil potretnya daripada menggunakan plat fotografi yang berupa film. [ff]