Hujan Meteor Perseid 2010

Sep 28, 2010 | Artikel | 0 Komentar

perseidBintang jatuh merupakan istilah yang sudah sering didengar oleh masyarakat, namun kerap kali masih sering disalahartikan. Bintang jatuh bukanlah bintang yang secara harafiah jatuh ke Bumi, melainkan meteor yang bergesekan dan terbakar di atmosfer bumi sehingga menyebabkan nyala di langit. Setiap harinya ada kurang lebih 10 ton materi yang jatuh ke bumi, namun hampir semuanya habis terbakar di atmosfer sebelum sampai ke permukaan Bumi. Oleh karena itu, jika cuaca cerah, setiap malam sebenarnya kita dapat melihat meteor (bintang jatuh).

Istilah lain yang juga sering didengar adalah hujan meteor. Hujan meteor adalah fenomena astronomis saat sejumlah meteor terlihat berasal dari satu daerah di langit. Saat komet mengorbit Matahari, komet tersebut melepaskan sejumlah materi es sepanjang orbitnya dan jika Bumi melewati daerah dekat orbit komet tersebut, maka kita di Bumi dapat menyaksikan hujan meteor. Penamaan hujan meteor dilakukan berdasarkan daerah konstelasi yang terlihat sebagai ‘sumber’ dari meteor-meteor yang terlihat. Meteor-meteor tersebut tidak memiliki hubungan dengan bintang-bintang dari konstelasi tersebut. Penamaan seperti itu dilakukan hanya untuk memudahkan pengelompokan dan pengamatan hujan meteor. Rasi Perseid

Setiap tahunnya ada puluhan hujan meteor yang dapat disaksikan, salah satunya adalah hujan meteor Perseid yang untuk tahun 2010 puncaknya adalah 12-13 Agustus yang lalu. Hujan meteor Perseid dapat dilihat pada arah konstelasi Perseus di langit sebelah utara. Perseid berasal dari sisa-sisa komet 109P/Swift-Tuttle yang memiliki periode 133 tahun (terakhir terlihat pada tahun 1992). Jika malam cerah dan tidak ada Bulan, setiap jamnya kita dapat melihat sekitar 50 meteor.

Tahun 2010 ini, pengamatan hujan meteor Perseid di Observatorium Bosscha tidak dapat dilakukan akibat cuaca yang tidak mendukung. Pada tanggal 12 Agustus 2010, cuaca langit tidak stabil, sehingga beberapa meteor dapat tertangkap mata namun tidak bisa direkam dengan instrumen. Sedangkan pada tanggal 13 Agustus 2010, langit tertutup awan tebal saat konstelasi Perseus muncul.

Setelah Perseid, ada hujan meteor yang pantas dinanti karena jumlah kenampakan meteor per jam yang besar, yaitu hujan meteor Orionid yang puncaknya pada tanggal 21 Oktober 2010 dengan sekitar 20 yang dapat dilihat setiap jamnya.(JS)