Online Colloquium
Friday, 19 February 2021, at 01.00-02.30 p.m (UT+7)


Study of the Galactic Warp in the Gaia Era

Speaker:
Dr. rer. nat. M. Ikbal Arifyanto

Affiliation:
Astronomy Research Division, ITB

We invite all colloquium enthusiasts to join via the Zoom link (limited to 100 participants)::
http://bit.ly/KolAstro190221
Meeting ID: 818 5543 2776
Passcode: AstroITB

or via Youtube live stream:
https://youtu.be/MkBCaGtjjQc

Thank you for your attention and active participation.

Colloquium coordinator,

Dr. Anton Timur Jaelani


Abstract

Bosma (1978) menunjukkan bahwa pelengkungan piringan galaksi merupakan fenomena yang umum di galaksi spiral. Galaksi Bimasakti juga diamati memiliki pelengkungan di piringannya. Bukti-bukti keberadaan pelengkungan di Bimasakti dikumpulkan dari data pengamatan Hidrogen netral (HI), debu, daerah pembentukan bintang, komponen piringan bintang terutama pada bintang-bintang panas dan terang. Bagaimana pelengkungan terbentuk masih menjadi kontroversi di kalangan astronom. Setidaknya ada dua model umum pembentukan pelengkungan di Bimasakti, yaitu induksi gravitasi dari satelit galaksi (galaksi katai Sagittarius dan awan Magellan) dan torsi eksternal pada bidang galaksi (akresi materi antar-galaksi, medan magnet antar-galaksi dan ketidaksejajaran halo materi gelap).

Satelit Gaia yang diluncurkan pada tahun 2013 dan saat ini Konsorsium Gaia telah mengeluarkan katalog early Data Release 3 (eDR3) yang berisi data astrometri yang amat presisi untuk sekitar 1,5 milyar bintang. Data Gaia juga ditopang dengan data
spektroskopi landas Bumi dari berbagai teleskop yang mengukur kecepatan radial dan kelimpahan kimia bintang. Dengan data posisi dan kecepatan yang presisi dan akurat serta kelimpahan kimiawi bintang, para astronom dapat memetakan Galaksi Bimasakti dengan amat baik, termasuk memetakan daerah bagian luar Galaksi terutama efek pelengkungan
baik dari sisi struktur dan kinematika-nya. Ternyata banyak fenomena yang baru dan menarik yang ditemui dari data Gaia selain pelengkungan yaitu ripple, breathing, vertical oscillation, ring-like overdensities dan berbagai interaksi dengan berbagai satelit galaksi. Hal ini menjadikan Galaksi Bimasakti sebagai sebuah puzzle yang amat kompleks yang
menarik perhatian untuk diteliti.