Jumat, 12 Oktober 2016, kolokium astronomi diadakan kembali dengan mengundang Dr. Tri L. Astraaatmadja sebagai pembicara. Acara berlangsung di Ruang Seminar Astronomi, Gedung CAS dari pukul 13.30 – 15.00 WIB dan dihadiri oleh dosen dan mahasiswa astronomi dari Program Sarjana, Pascasarjana.

Dalam kesempatan tersebut Dr. Astraaatmadja menyampaikan penelitian teranyarnya dalam pencarian eksoplanet dengan metode astrometri. Eksoplanet merupakan sistem keplanetan di luar Tata Surya. Dalam sistem tersebut bintang lain menjadi pusat orbit bagi planet-planetnya sebagaimana halnya Matahari dalam sistem Tata Surya. Terdapat beberapa metode untuk mencari eksoplanet seperti transit dan kecepatan radial. Namun dalam penelitiannya, Dr. Astraaatmadja memilih metode astrometri karena lebih peka untuk mendeteksi eksoplanet dengan periode panjang.

Penelitian ini menggunakan Carnegie Astrometric Planet Search Camera atau CAPSCam dan dipasang pada Teleskop Du Pont di Observatorium Las Campanas, Chile. Proyek yang berlangsung semenjak tahun 2007 ini khusus mengamati 100 bintang katai kelas akhir pada jarak < 20 parsec dari Matahari. Bintang-bintang berjarak dekat tersebut dipilih untuk memaksimalkan peluang terdeteksinya sinyal astrometris dari eksoplanet pada bintang yang bersangkutan. Diharapkan CAPSCam dapat mencapai ketelitian pengukuran sebesar 0.25 milidetikbusur sehingga dapat mendeteksi eksoplanet sebesar Jupiter terhadap suatu bintang bermassa 0.4 kali massa Matahari. Pengamatan dilakukan setiap dua bulan sekali dengan rentang waktu tiga sampai lima malam. Dengan demikian CAPSCam berpotensi menjadi yang pertama dalam penemuan eksoplanet dengan metode astrometri.

Dr. Tri L. Astraaatmadja merupakan alumni Program Studi Astronomi ITB yang melanjutkan studi master dan doktoral di Universiteit Leiden, Belanda dan pernah menjadi peneliti di Max Planck Institute for Astronomy, Heidelberg, Jerman. Saat ini beliau merupakan peneliti di Carnegie Institution for Science, Washington DC, Amerika Serikat. [sarashanti]