Dalam rangka pembangunan Observatorium Nasional di Kecamatan Amfoang Tengah, Kabupaten Kupang, NTT, Kelompok Keahlian Astronomi ITB sejak tahun 2014 melaksanakan kegiatan pengembangan komunitas kepada masyarakat di wilayah Amfoang Tengah dan Kota Kupang. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kontribusi pihak-pihak yang terlibat dalam pembangunan observatorium kepada masyarakat sekitar sekaligus memberikan pemahaman terkait keberadaan observatorium serta pentingnya ilmu pengetahuan bagi kehidupan. Hal ini dipaparkan oleh dosen Astronomi ITB, Premana W. Premadi dan Hesti Wulandari dalam kolokium yang dilaksanakan pada Jumat, 3 Februari 2017, di Ruang Seminar Astronomi, Center of Advanced Science (CAS) ITB.

Kegiatan pengembangan komunitas tersebut diyakini penting untuk dilakukan, karena keberadaan sebuah remote observatory tidak akan bertahan tanpa dukungan dan pemahaman dari masyarakat sekitar. Kegiatan tersebut terbagi menjadi dua fokus utama: Perbaikan kualitas komunitas lokal dan Pendidikan IPTEK bagi lingkungan pendidikan dan masyarakat sekitar. Kedua fokus tersebut membutuhkan berbagai macam sumber daya manusia, mulai dari tenaga pendidik lokal, keluarga-keluarga dari komunitas setempat, astronom, komunikator sains, pengelola program, serta pengelola dana.

Perbaikan kualitas komunitas lokal ditujukan untuk meningkatkan taraf hidup masyakarat sekitar dengan memanfaatkan teknologi yang mudah dijangkau, khususnya terkait dengan akses sumber air bersih dan listrik bagi rumah tangga. Masyarakat lokal saat ini umumnya tidak mendapatkan akses listrik, sedangkan air bersih diperoleh penduduk setempat dari sungai dengan debit air yang tidak menentu. Dengan mengenalkan panel surya dari hasil kerjasama Astronomi ITB dengan Indonesian Institute for Energy Economics (IIEE) serta konsep menuai air dengan memanfaatkan talang dan penampungan sementara, penduduk didorong untuk menerapkannya sebagai alternatif untuk memenuhi kehidupannya sehari-hari. Selain pemenuhan kebutuhan dasar, masyarakat juga dilatih dan diberi pemahaman mengenai penggunaan energi yang bijak dan tepat guna. Hal ini juga ditujukan untuk meningkatkan interaksi antara masyarakat dengan kalangan peneliti serta mengenalkan penduduk mengenai pentingnya memiliki langit yang gelap pada malam hari bagi observatorium maupun komunitas itu sendiri.

Selain perbaikan komunitas lokal, Astronomi ITB juga berpartisipasi dalam pengembangan pendidikan IPTEK di wilayah Nusa Tenggara Timur. Di Kota Kabupaten Kupang telah direncanakan pendirian sebuah science center yang terbuka bagi umum sekaligus kantor pusat Observatorium Nasional, bekerjasama dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Universitas Cendana, Pemerintah Provinsi NTT, dan Pemerintah Kabupaten Kupang. Science Center tersebut dibuat agar para pelajar serta pendidik di NTT memiliki sebuah fasilitas pendidikan di luar sekolah yang dapat menjadi tempat belajar konsep sains yang interaktif dan menyenangkan. Bertemakan Big History (alur perjalanan alam semesta dan kehidupan) dengan penyesuaian pada budaya dan karakter lingkungan NTT, science center diharapkan dapat aktif menggapai komunitas pendidikan di NTT untuk meningkatkan minat para pelajar yang memiliki potensi pada ilmu pengetahuan. Selain fasilitas, pengembangan pendidikan tersebut juga dilakukan dalam bentuk kunjungan langsung, pelatihan/workshop, dan komunikasi sains kepada guru dan siswa di berbagai instansi pendidikan (sekolah dan universitas) di Kupang. SDM lokal juga turut dipersiapkan untuk menjadi ‘duta’ science center, berbekal pendidikan ilmu dasar hingga penggunaan instrumen dan peraga sains.

Dari berbagai program yang telah disebutkan, kedua narasumber menyatakan bahwa keberlangsungan misi ini membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang lebih dari kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan. Dukungan tersebut diperlukan untuk menjaga momentum pembangunan observatorium, sehingga pendirian observatorium dapat beriringan dengan kesiapan masyarakat sekitar dalam memenuhi kebutuhan dasarnya sekaligus mendukung keberadaan observatorium secara kontinu. Kegiatan pengembangan masyarakat yang akan datang pun diyakini akan semakin meningkat di tahun ini dengan dukungan dari ITB, dan Newton Fund. Tentunya dukungan tersebut harus disertai dengan partisipasi yang nyata dari segenap civitas academica Astronomi ITB demi terwujudnya keberadaan Observatorium Nasional yang didukung oleh masyarakat yang telah merasakan manfaat kehadirannya.