Akhir pekan kemarin, tepatnya hari Sabtu tanggal 15 Agustus 2020, Himpunan Mahasiswa Astronomi ITB atau yang biasa disebut Himastron ITB menyelenggakaran pembukaan untuk acara yang setiap tahun dilaksanakan di lingkungan Himastron ITB. Pembukaan tersebut merupakan salah satu rangkaian acara dari Pembinaan Anggota Muda (PAM) Himastron ITB 2020. PAM adalah kegiatan yang dilakukan untuk membina para mahasiswa baru jurusan Astronomi yang masih berstatus sebagai anggota muda sebelum menjadi anggota biasa Himastron ITB.

Acara diselenggarakan secara daring menggunakan platform Google Meet. Jumlah peserta yang hadir ada 47 dari 50 orang mahasiswa baru jurusan Astronomi. Acara dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dipandu oleh Rhesa (Astronomi 2018) dan Kurnia (Astronomi 2018) sebagai MC. Dimulai dengan sambutan dari Pak Budi Dermawan selaku Kepala Program Studi Astronomi. Beliau berpesan kepada para mahasiswa baru jurusan Astronomi untuk harus sudah bisa mandiri karena mereka sudah bukan anak kecil yang selalu bergantung pada orang tua. Pesan lain yang disampaikan yaitu mahasiswa harus memperluas wawasan di luar prodi dan juga harus aktif berkegiatan di organisasi, baik himpunan maupun unit kegiatan lainnya karena saat di dunia pekerjaan akan dituntut untuk dapat meneyelesaikan masalah dan harus pandai dalam interaksi sosial.

Selanjutnya ada sambutan dari Rifaldi (Astronomi 2017) sebagai Ketua Himastron ITB 2020 dan juga Hanif (Astronomi 2017) sebagai Ketua Pelaksana PAM Himastron ITB 2020. Jika biasanya ketika acara berlangsung secara tatap muka, panitia akan memperkenalkan dirinya secara langsung. Namun, karena kondisi tidak memadai, akhirnya Tim Publikasi dan Dokumentasi PAM 2020 membuat sebuah video yang berisikan video perkenalan masing-masing panitia.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi tentang Hak, Kewajiban, Tujuan, dan Atribut Himastron ITB yang dibawakan oleh Ketua Himastron ITB 2020. Selanjutnya, peserta memperkenalkan diri mereka satu per satu dengan format menyebutkan nama, asal daerah, alasan masuk astronomi, dan keunikan. Ternyata, mahasiswa Astronomi angkatan 2019 berasal dari berbagai daerah di Indonesia, yang paling jauh ada yang berasal dari Sulawesi.

(Sumber: Tim Pubdok PAM 2020)

“Inti acara dari Pembukaan PAM itu sebagai proses penyambutan dan pengenalan awal bagi peserta. Sebelum nantinya akan mendapatkan materi-materi pada kegiatan-kegiatan selanjutnya,” kata Hanif yang reporter wawancarai setelah acara pembukaan selesai.

Reporter, yang pernah mengikuti PAM tahun lalu merasakan bahwa PAM tahun ini memang sangat berbeda dari PAM sebelum-sebelumnya. Karena harus dilaksanakan secara daring dari tempat tinggal masing-masing. Namun, meskipun kondisinya sangat berat dan berbeda, diharapkan semangat para peserta dan panitia serta tujuan yang akan dicapai tidak berkurang sehingga bisa memberikan kesan dan pengalaman bagi para peserta sebelum aktif berkegiatan di Himastron ITB. [ff]