Pengamatan hilal oleh Tim Obs. Bosscha di Lembang, Jawa Barat

Selasa sore, 15 Mei 2018, pengamatan hilal untuk menentukan satu Ramadhan dalam kalender Hijryah 1439 H dilakukan oleh Tim Observatorium Bosscha. Pengamatan tersebut dilakukan di dua lokasi berbeda secara serentak yaitu Lembang, Jawa Barat dan Kupang, NTT.

Pengamatan di Observatorium Bosscha sendiri oleh beberapa staf observatorium yaitu Evan Akbar, Agus Triono, dan Irfan Imaduddin dan dimulai pada pukul 15.00. Halaman belakang gedung Koeppel yang menghadap ke arah barat ( -6° 49’ LS, 107° 36’ BT) dengan ketinggian 1310 m dpl dipilih sebagai lokasi pengamatan. Peralatan yang digunakan dalam pengamatan hilal kali ini antara lain teleskop OTA: William Optic Zenithstar 66, eyepiece, dan Vixen sebagai mounting dan tripod.  Kondisi langit pada awal pengamatan masih cerah. Namun sekitar satu jam kemudian turun hujan ringan dengan intensitas tinggi sehingga pengamatan hilal pun tidak bisa dilanjutkan.

Kendala serupa juga dialami oleh Tim Observatorium Bosscha yang diwakili oleh Muhammad Yusuf. Pengamatan juga dilakukan di Kupang, NTT dengan pertimbangan kondisi langit yang secara rata-rata sangat cerah. Kampus Universitas Nusa Cendana (UNDANA), tepatnya di atap Asrama Rusunawa PPG UNDANA dipilih menjadi tempat pengamatan karena Bulan dapat terlihat hingga horison barat. Teleskop dan detektor kamera berbasis CCD digunakan sebagai peralatan dalam melakukan pengamatan. Meski biasanya kondisi langit di Kupang cerah, pengamatan hilal di sana juga harus terhambat karena langit tertutup awan.

Pengamatan hilal sendiri rutin dilakukan di Observatorium Bosscha setiap awal bulan pada penanggalan qamariah (kalender berdasarkan bulan). Awal bulan dalam kalender Hijriyah ditetapkan ketika hilal terlihat dengan dua syarat; (i) ijtimak atau konjungsi (yaitu ketika Bulan dan Matahari berada dalam pada posisi garis bujur ekliptika yang sama) terjadi sebelum Bulan terbenam, (ii) terlihatnya bulan sabit tipis sesaat setelah Matahari tenggelam

Usia Bulan saat Matahari tenggelam dari lokasi pengamatan yang dilakukan di Observatorium Bosscha adalah -1:07:46. Usia yang berharga negatif artinya hilal lahir setelah Matahari terbenam. Bulan terbenam pada pukul 17:40:42 WIB dan Matahari terbenam pada pukul 17:39:58 WIB. Dengan keadaan seperti ini, saat terjadi ijtimak / konjungsi, Bulan telah berada di bawah ufuk dan tidak mungkin diamati, dan bulan Syakban digenapkan menjadi 30 hari. Hilal akan bisa diamati keesokan harinya saat Matahari terbenam tanggal 16 Mei 2018. Dengan demikian, magrib hari rabu tanggal 16 Mei 2018 sudah masuk bulan Ramadhan, dan puasa dimulai pada hari Kamis, 17 Mei 2018. [sarashanti]