Dalam Kurikulum 2008 tetap ditawarkan dua keahlian/jalur:

  1. Astrofisika Lanjut (Advanced Astrophysics), dan
  2. Pengembangan dan Pendidikan Astronomi (Astronomy Development and Education).
Walaupun dalam jalur kerja yang berbeda, keduanya tetap bersama dalam motivasi mengembangkan astronomi.

Jalur pertama merupakan jalur riset dalam astronomi, sehingga dapat dikatakan sebagai ekstensi linier dari Program Sarjana. Jalur ini lebih ditawarkan kepada mereka yang memiliki latar belakang yang kuat dalam sains, misalnya sarjana sains (astronomi, fisika, matematika, geofisika, meteorologi, dan sebagainya) dan ingin melanjutkan ke bidang penelitian astronomi. Dibandingkan dengan kurikulum sebelumnya, tidak terdapat perombakan yang mendasar.

Jalur kedua lebih ditawarkan kepada peminat studi lanjut yang bukan berasal dari latar belakang sains yang kuat. Tahun pertama, mahasiwa diberi landasan/dasar-dasar astronomi terpenting. Seperti juga telah disinggung, pengertian ”pengembangan” di sini dapat mencakup berbagai aspek. Pada tahun kedua, kurikulum mencoba menggali potensi peserta dalam mengembangkan astronomi, misalnya dalam aspek hardware, policy, pendidikan, sejarah, filsafat, dan sebagainya. Melalui program ini mahasiswa didorong untuk berinovasi dalam pengembangan astronomi di luar jalur riset ‘klasik’. Mata kuliah pilihan yang ditawarkan, mencerminkan dorongan untuk melakukan inovasi tersebut. Demikian pula, telah disinggung luasnya aspek pendidikan dalam astronomi. Pada jalur ini, mahasiswa juga diajak untuk mengeksplorasi ragam pendidikan astronomi, antara lain, di berbagai belahan dunia. Seni mengkomunikasikan astronomi juga dicoba didalami dalam program ini. Dengan kata lain, program ini bukan ditujukan untuk ‘menyaingi’ apa yang biasanya dikembangkan di universitas pendidikan, tetapi mendalami pendidikan dalam aspeknya selain pedagogis. Secara umum jalur kedua ini memberikan spesialisasi dalam jalur komunikasi-pendidikan ataupun dalam jalur manajemen-sains sebagai persiapan ke depan untuk bekerja di tingkat kebijakan (policy level) pada science-based business.