Karakter utama dalam Kurikulum 2013 Program Studi Astronomi untuk Program Sarjana (S1) adalah mempertajam kuliah inti astronomi untuk kuliah mayor astronomi dan mengakomodasi perubahan paradigma adanya program major dan minor. Sejumlah pengetahuan yang dinilai fundamental dalam matematika, fisika, astronomi, dan astrofisika terdapat dalam matakuliah matakuliah mayor astronomi. Tujuan dari untaian MK tersebut diharapkan akan membangun karakter calon sarjana dengan latar belakang penguasaan sains astronomi dan astrofisika yang kokoh. Materi yang lebih lanjut dan/atau lebih khusus diberikan dalam bentuk matakuliah pilihan yang jumlah dan ragamnya banyak, yang dirancang untuk memberikan gambaran serta pendalaman dalam kecenderungan perkembangan berbagai ilmu di masa datang. Hal ini agar calon sarjana memiliki bekal wawasan untuk tanggap terhadap perkembangan sains dan teknologi yang sangat cepat. Bekal ini akan memenuhi kebutuhan umum sains dan teknologi modern (serta masyarakat modern) yang menghendaki fleksibilitas dan ketrampilan yang tinggi. Mata kuliah laboratorium serta mata kuliah pilihan dan tugas akhir akan memberikan bekal multi disiplin dengan latar belakang sains yang kuat. Selain itu mahasiswa memiliki kesempatan yang luas untuk melakukan kegiatan ekstrakurikuler berupa komunikasi astronomi dengan masyarakat umum. Hal ini akan menciptakan karakter sarjana yang tidak hanya siap belajar di jenjang yang lebih tinggi di bidang astronomi maupun non-astronomi, tetapi juga tanggap, cepat beradaptasi, memiliki kemampuan sosial untuk mengembangkan diri, di lingkungan apapun.

Berbeda dari Kurikulum 2008, Kurikulum 2013 mengusulkan beberapa matakuliah ”baru”, yang merupakan aransemen dan distribusi baru berbagai konsep dasar fisika dan matematika yang segera diikuti oleh pengkayaan dalam aspek astronomi dan astrofisika. Kurikulum ini mencoba mengurangi berulangnya pemberian materi yang sama antar matakuliah, walaupun pengulangan sampai batas tertentu terkadang diperlukan. Amat disayangkan bahwa pengenalan astronomi sebagai pembuka wawasan tentang ilmu astronomi, yang dalam kurikulum-kurikulum sebelumnya diberikan pada tahun pertama, dalam Kurikulum 2008 tidak diizinkan untuk diberikan dalam satu matakuliah. Mata kuliah Laboratorium Astronomi dimajukan ke tahap Sarjana Muda, untuk lebih mengawalkan pelatihan ketrampilan kelaboratoriuman, dengan perombakan materi yang terintegrasi. Pengetahuan tentang teori dan pengolahan sinyal digital, pengenalan hardware, dsb, serta aplikasinya untuk astronomi disusun secara integratif.

Agar sesuai dengan tujuan pendidikan, jumlah total SKS mata kuliah pilihan diperbanyak menjadi 32 SKS, yang lebih banyak daripada dalam Kurikulum 2003 yang hanya 24 SKS. Sejak tahun kedua mahasiswa berkesempatan untuk mengambil mata kuliah pilihan. Dalam implementasinya, peran dosen wali tentu perlu dioptimalkan.

Lainnya :