Senin, 13 Agustus 2018, Program Studi Astronomi ITB kembali mengadakan perayaan Hari Asteroid bertempat di Gedung CAS lantai 6. Perayaan Hari Asteroid kali ini diisi dengan berbagai kegiatan yang berlangsung dari pukul 9.00 hingga 15.00 WIB. Sebagian besar peserta merupakan pelajar SMA dari berbagai sekolah di kota Bandung.

Dr. Budi Dermawan berbicara tentang sejarah Hari Asteroid (Asteroid Day), dan tentang objek antar bintang pertama yang teramati melintas dalam tata surya kita, 1I/2017 U1 ‘Oumuamua [foto: fms]

Acara dimulai dengan pemaparan dari Dr. Budi Dermawan mengenai peringatan Hari Asteroid. Hari Asteroid bermula ketika Brian May, gitaris Queen yang juga merupakan astrofisikawan, bekerja sama dengan Grigorij Richters dalam pembuatan film 51 Degrees North. Film tersebut memberikan gambaran kota London yang terkena asteroid hingga berimbas kepada kehidupan umat manusia. Lewat proses pembuatan film itulah muncul diskusi serius antar ilmuwan mengenai pentingnya kesadaran masyarakat akan bahaya tumbukan asteroid terhadap Bumi. Diskusi tersebut melahirkan peresmian Hari Asteroid pada tahun 2015 dan diresmikan pula oleh PBB pada 2016.

Selain membicarakan tentang sejarah Hari Asteroid, Dr. Budi juga membahas sekilas tentang sebuah objek menarik yang berasal dari luar tata surya kita. Objek yang dinamakan 1I/2017 U1 ‘Oumuamua ini ditemukan pada 19 Oktober 2017 oleh Robert Weryk menggunakan teleskop Pan-STARRS di Haleakala Observatory, Hawaii. Saat ditemukan, ‘Oumuamua telah melewati titik terdekatnya dengan matahari 40 hari sebelumnya, dengan lintasan orbit yang berbentuk hiperbola. Meski saat ditemukan, ‘Oumuamua sudah sedang menjauh dari tata surya, namun berbagai pengamatan masih dilakukan untuk mengumpulkan data lebih banyak guna mengetahui lebih detail tentang objek ini. Penemuan ‘Oumuamua ini menjadi salah satu berita besar astronomi akhir tahun 2017 lalu, karena ia adalah objek pertama yang diamati berasal dari luar tata surya kita.

Dr. Endang Soegiartini membahas tentang Hujan Meteor [foto: fms]

Pemaparan kedua diisi oleh Dr. Endang Soegiartini dengan mengangkat topik hujan meteor. Seringkali hujan meteor yang terjadi dianggap sebagai fenomena bintang jatuh oleh masyarakat awam. Pada kesempatan ini Dr. Endang Soegiartini menjelaskan konsep dasar meteor hingga bagaimana meteor-meteor tersebut bisa jatuh secara bersamaan dalam selang periode waktu tertentu dan tampak seperti hujan. Dalam pemaparannya dijelaskan pula peranan meteor dalam memahami sistem Tata Surya kita lebih dalam.

Di samping pemaparan di atas, terdapat pula beberapa booth yang membantu pengunjung mengenal asteroid lebih jauh. Dalam salah satu booth pengunjung bisa bermain sembari belajar dengan membuat model kertas asteroid. Selain itu ada pula booth yang menjadi tempat tanya jawab asteroid antara pengunjung dan Dr. Budi Dermawan. Selama perayaan berlangsung ditampilkan pula poster-poster yang menjelaskan berbagai hal tentang asteroid seperti fakta pengamatan, populasi, dsb. Terdapat pula berbagai citra astrofotografi yang dihasilkan oleh para mahasiswa program studi astronomi.

Peringatan Hari Asteroid sendiri telah diadakan untuk ketiga kalinya oleh Himastron ITB. Dengan diadakannya selebrasi ini diharapkan kesadaran masyarakat akan potensi tumbukan asteroid terhadap Bumi meningkat hingga kita bisa tergerak untuk melakukan antisipasi sedari dini. [sarashanti]