Pada hari Minggu, 25 Oktober 2020 Himpunan Mahasiswa Astronomi ITB (Himastron ITB) bersama program studi Astronomi ITB kembali mengadakan syukuran wisuda. Syukuran kali ini dilaksanakan sebagai rasa syukur atas kelulusan mahasiswa dan mahasiswi Sarjana dan Pascasarjana Astronomi ITB. Sama seperti syukuran wisuda yang diselenggarakan pada bulan Juli lalu, syukuran wisuda kali ini juga diadakan secara daring dari tempat tinggal masing-masing wisudawan, dosen, panitia, dan tamu undangan lainnya mengingat masih ada pandemi Covid-19 di Indonesia. Tema yang diusung oleh panitia bertajuk “Finding Toga” yang terinspirasi dari film yang diproduksi oleh Walt Disney Pictures, Finding Nemo. Untuk Wisuda Oktober 2020 kali ini, terdapat empat belas orang wisudawan S1 dan tiga orang wisudawan S2.

Acara dimulai pada pukul 15.00 WIB yang dipandu oleh Akniz dan Tasya, mahasiswi S1 Astronomi angkatan 2019. Sesuai dengan temanya, dresscode yang dutentukan panitia adalah kemeja pantai atau kemeja cerah, boleh juga menggunakan aksesoris yang biasa digunakan untuk berkunjung ke pantai. Para tamu undangan pun antusias mengenakan kostum semenarik mungkin. Pertama, sambutan-sambutan disampaikan oleh Ketua Himastron ITB (Aulia Rifaldi Kusuma), Ketua Program Studi Sarjana Astronomi ITB (Dr. Budi Dermawan), dan Ketua Program Magister dan Doktor Astronomi ITB (Dr.rer.nat. Hesti Wulandari). Selain itu, salah satu orang tua wisudawan, ayahanda dari Kevin Ryan memberikan sambutan dan mengucapkan terima kasih kepada para dosen yang telah membimbing wisudawan dari awal masuk ke program sarjana Astronomi ITB hingga lulus dengan baik, beliau juga berpesan semoga di kemudian hari syukuran wisuda bisa dilakukan secara tatap muka dan seluruh wisudawan yang lulus saat masa pandemi bisa diundang dan merasakan syukuran wisuda yang sebenarnya.

Mata acara berikutnya adalah ditampilkannya video-video persembahan setiap angkatan untuk para wisudawan. Selama pemutaran video tersebut sangat terasa kekeluargaan di setiap angkatan dan juga lintas angkatan di program studi Astronomi ITB. Perasaan terharu sekaligus sedih dirasakan tidak hanya oleh para wisudawan namun setiap orang yang melihatnya pun merasakan hal demikian. Rasa haru pun semakin terasa saat Fatiha dan Adi, dua orang mahasiswa sarjana Astronomi angkatan 2018 menyanyikan lagu berjudul Yang Terlupakan dari Iwan Fals. Selain itu, ada pula Robiah Oktiavi, mahasiswa sarjana Astronomi angkatan 2018 yang menyanyikan lagu berjudul Celengan Rindu dari Fiersa Besari dengan ukulelenya. Dari semua video yang ditampilkan ada satu yang paling menarik perhatian penulis, yaitu penampilan Radit yang menyanyikan lagu Kopi Dangdut dengan diiringi instrumen gitar oleh Adi dan seruling oleh Ilham, ketiganya merupakan mahasiswa sarjana Astronomi angkatan 2018.

Dokumentasi. (Sumber: Tim Pubdok)

Acara ditutup dengan games yang dipandu oleh Rahel dan pembacaan kesan pesan untuk wisudawan oleh MC. Kesan pesan tersebut diberikan oleh massa Himastron ITB dan juga para dosen. Meskipun syukuran dilakukan secara jarak jauh, ternyata cukup memberikan kesan indah untuk para wisudawan untuk menutup cerita menimba ilmunya di program studi Astronomi ITB. Dengan harapan besar semoga di masa depan masih bisa bertemu dengan orang-orang yang telah berjuang bersama semasa kuliah. [Farida]