Jumat, 31 Agustus 2018, Program Studi Astronomi ITB kembali mengadakan kolokium dengan menghadirkan empat mahasiswa Program Pascasarjana sebagai pembicara yang berbagi pengalaman dari dua program lokakarya dan satu summer school. Kolokium berlangsung di Ruang Seminar Gedung CAS Lantai 6 dan berlangsung dari pukul 13.30 hingga 16.00 WIB.

Peserta COMAC 2018, Chiang Mai, Thailand. [Foto: YAH]

Kolokium kali ini terbagi menjadi tiga sesi. Sesi pertama diisi oleh Rendy Dharma dan Yuda Arif Hidayat yang berbagi pengalaman mereka selama mengikuti program COMputational Astrophysics and Cosmology Workshop (COMAC) yang berlangsung di NARIT, Chiang Mai, Thailand, pada tanggal 2-6 Juli 2018. Lokakarya COMAC ini diselenggarakan untuk kedua kalinya semenjak tahun 2016. Adapun tema COMAC yang diangkat untuk tahun ini adalah simulasi magnetohidrodinamika dalam astrofisika plasma. Secara umum terdapat empat materi yang disampaikan dalam lokakarya COMAC kali ini, yaitu

  1. Teori kinetika plasma yang tidak bertumbukan. Dalam materi ini dijelaskan konsep dasar tentang bagaimana gerak partikel dalam berbagai kondisi medan magnet dan medan listrik.
  2. Pemodelan medan magnet dan plasma pada planet raksasa. Pada sesi ini peserta lokakarya membuat simulasi struktur medan magnet di planet dan bagaimana perubahan strukturnya ketika bertemu dengan angin Matahari.
  3. Pemodelan particle-in-cell (PIC). Di sini para peserta membuat simulasi perilaku gerak partikel dalam medan magnet yang tidak homogen dengan mengambil contoh kasus planet dengan medan magnet yang berubah.
  4. Proses astrofisika magnetosfer di mana magnetosfer dan ionosfer mengalami kopling. Salah satu contoh kasusnya adalah proses pembentukan aurora.

Sesi kedua kolokium diisi oleh Dhimaz Gilang Ramadhan yang mengikuti lokakarya Cloudy di NARIT, Chiang Mai, Thailand pada tanggal 14-25 Mei 2018. Cloudy merupakan kode komputasi yang digunakan untuk menghitung dinamika, kelimpahan kimia, proses ionisasi, dan spektrum sintetik dari gas dan debu dalam kondisi non-LTEĀ  (Local Thermal Equilibrium). Pada awal lokakarya para peserta terlebih dahulu diberikan materi tentang latar belakang ilmian dari Cloudy. Setelah itu peserta dibagi menjadi beberapa kelompok dan diberi tugas untuk mengerjakan pemodelan objek dengan Cloudy. Pada akhir acara setiap kelompok wajib membuat poster sekaligus mempresentasikan poster tersebut.

Dhimaz Gilang Ramadhan dalam Cloudy Workshop, Chiang Mai, Thailand. Foto: DGR

Sesi terakhir kolokium diisi oleh Mifthanzi Ariana Sarashanti yang mengikuti Vietnam School of Astrophysics (VSOA) di Quy Nhon, Vietnam, pada tanggal 29 Juli hingga 4 Agustus 2018. Adapun tema VSOA yang diangkat kali ini adalah kosmologi. Selama program berlangsung, peserta diberikan pemahaman kosmologi secara umum dengan pendekatan fisika teoretik. Peserta terdiri dari 12 orang dibagi menjadi empat kelompok yang kemudian digilir untuk melakukan presentasi setiap satu sesi kuliah selesai. Dalam program VSOA kali ini peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman dari sisi fisika teoretik. Namun juga wawasan mengenai penerapan konsep fisis tersebut dalam melakukan berbagai eksperimen seperti pendeteksian gelombang gravitasi, misi Planck, dan South Pole Telescope. [sarashanti]