Home

Main Menu
Pengajaran
Research Group
Tautan
Alamat
Address:
Jl. Ganesha No. 10
Labtek III, Lantai IV
Bandung 40132
Jawa Barat
Indonesia

E-mail: administration[at]as.itb.ac.id
Telephone: +62-22-2511576
Fax: +62-22-2509170

Kolokium dan Kunjungan dari Steve Durst (Presiden ILOA)
Tuesday, 11 March 2014 10:17

Kolokium dan Kunjungan

Steve Durst (Presiden International Lunar Observatory Associaton)

Rabu, 26 Februari lalu, di ruang Seminar di gedung Basic Science Center A (BSCA) Institut Teknologi Bandung diadakan sebuah kolokium yang diisi oleh seminar dari Steve Durst, Founding Director of the International Lunar Observatory Association (ILOA). Kolokium ini dihadiri oleh dosen-dosen dari program studi Astroonomi ITB dan mahasiswa-mahasiswa baik dari dalam maupun luar program studi Astronomi.

Pada seminarnya, Steve Durst menjelaskan dasar pengetahuan mengenai Galaksi dan program-program serta penelitian yang diadakan oleh ILOA. ILOA sendiri merupakan organisasi internasional yang bersifat non-profit dan berpusat di Hawaii dan memiliki fokus pada pengembangan pengetahuan manusia mengenai kosmos melalui observasi terhadap Bulan.

ILOA memiliki empat misi, salah satunya adalah misi pendaratan ke permukaan bulan yang merupakan kolaborasi dengan China Chang’e-3. Pada kunjungannya kali ini, Steve bertujuan untuk memenuhi salah satu objektif dari ILOA, yaitu untuk menumbuhkan kepedulian global terhadap sains Galaksi. Sebagai organisasi astronomi internasional, ILOA mengadakan dan membina sebuah program  bernama The Galaxy Forum yang diikuti oleh anggota-anggota yang berasal hampir dari seluruh dunia, mulai dari Hawaii, Amerika Serikat, Kanada, China, India, Jepang, dan beberapa negara lain. Galaxy Forum sendiri diadakan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kapabilitas, dan berbagai aksi serta kepedulian terhadap Galaksi dan eksplorasi alam semesta. Program ini rencananya akan terus dikembangkan di tahun-tahun selanjutnya.

Pembahasan mengenai galaksi dijelaskan oleh Steve dirasa sangat perlu untuk memahami keseluruhan sistem Alam Semesta kita. “Pengetahuan mengenai galaksi berada di posisi tengah di antara pembahasan mengenai Tata Surya yang memiliki ruang yang terbatas dan penjelasan kosmologi yang infinite. Dengan mempelajari galaksi kita dapat mengetahui struktur alam semesta kita dengan lebih baik,” kata Steve ditengah penjelasannya dalam seminar.

Dengan mempelajari galaksi pula, lanjut Steve, kita dapat menemukan berbagai kesamaan sifat yang menarik antara galaksi kita dengan galaksi-galaksi tetangga (familiarity neighborhood) yang dapat memperluas wawasan kita mengenai kehidupan dan betapa kecil dan tidak uniknya kita di alam semesta yang luas ini. Selain meningkatkan ketertarikan masyarakat akan Astronomi dan sains Galaksi, berbagai program yang diadakan oleh ILOA juga memiliki tujuan untuk menyingkap sejarah mengenai peradaban manusia. (DPT)

 
Kolokium "Melacak Bintang Progenitor Supernova"
Monday, 03 March 2014 04:02

Kolokium "Melacak Bintang Pendahulu (Progenitor) Supernova dengan Menggunakan Integral Field Spectroscopy"

Dr. Hanindyo Kuncarayakti

Ledakan dahsyat bintang yang telah mencapai usia akhirnya, lebih dikenal sebagai supernova, merupakan salah satu tahap evolusi bintang yang selalu ramai diperbincangkan. Terlebih dengan dianugerahkannya Penghargaan Nobel Fisika 2011 atas penemuan pengembangan alam semesta dipercepat melalui pengamatan supernova. Melalui pengetahuan yang mendalam akan objek ini, manusia mampu menilik evolusi bintang dan jagat raya yang rentang waktunya mencapai miliaran kali dari usia manusia.

Jumat (14/02) lalu, kolokium kembali diadakan di Ruang Semiar 2 Program Studi Astronomi. Kolokium oleh Dr. Hanindyo Kuncarayakti ini berjudul Melacak Bintang Pendahulu (Progenitor) Supernova dengan Menggunakan Integral Field Spectroscopy. Dr. Hanindyo Kuncarayakti merupakan lulusan Sarjana Program Studi Astronomi ITB yang melanjutkan studi di Chille.

Kolokium dibuka pada pukul 13.30 WIB dan diawali dengan presentasi dari para pengajar muda yang merupakan lulusan dari Program Studi Astronomi dan Farmasi. Peserta kolokium yang terdiri dari dosen dan mahasiswa Program Studi Astronomi terlihat antusias menyaksikan tayangan-tayangan tentang kegiatan pengajar muda selama 14 bulan di daerah Kalimantan. Pukul 14.00 WIB, acara dilanjutkan dengan kolokium oleh Dr. Hanindyo Kuncarayakti.

Seperti umumnya manusia yang memiliki tahap evolusi dari bayi, balita, anak-anak, remaja, dewasa, dan tua, bintang pun memiliki tahap evolusi sejak ia baru saja lahir dan mencapai deret utama sampai kepada tahap evolusi lanjutan seperti supernova. Tahap evolusi bintang berbeda-beda bergantung kepada massanya. Supernova sendiri merupakan objek yang sangat menarik karena ia memiliki kecerlangan yang luar biasa di langit, indikasi akan besarnya energi yang dipancarkan bintang ketika melalui tahap tersebut. Beragam informasi dapat diketahui dari pengamatan dan analisa yang cukup terhadap supernova.

Pada kolokium kali ini, Hanindyo Kuncarayakti menyampaikan hasil disertasi doktoralnya di Tokyo University mengenai bintang progenitor supernova. Progenitor adalah bintang yang kemudian berevolusi menjadi supernova, dapat dikatakan bintang progenitor adalah ‘masa muda’ dari supernova. Terdapat kaitan antara jenis supernova dengan jenis bintang progenitornya. Dalam disertasinya, Hanindyo yang akrab disapa Hanin meneliti populasi bintang pada lokasi ledakan supernova untuk memperkirakan massa dan kelimpahan bintang yang meledak.

Supernova sendiri memiliki beberapa tipe. Tipe Ia untuk yang paling terang, disusul dengan tipe Ib, Ic dan selanjutnya tipe II. Pada penelitiannya, Hanin hanya melakukan pengamatan pada supernova tipe I. Dari hasil penelitiannya, ia menemukan bahwa supernova tipe Ic memiliki massa dan kelimpahan metal yang lebih besar dibanding tipe Ib. Pada penelitiannya, Hanin menggunakan teknik integral field spectroscopy.

Di akhir presentasinya, Hanin mengungkapkan harapan-harapannya mengenai penelitian di bidang ini. Ia berharap bisa mendapatkan lebih banyak target untuk diamati. “Tentunya penelitian yang mencakup seluruh tipe supernova akan memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai berbagai aspek terkait dengan supernova,” jelasnya. (DPT&MH)

 

 

 
Kunjungan Presiden ILOA
Wednesday, 19 February 2014 02:52

Prodi & KK Astronomy akan menerima kunjungan dari Presiden International Lunar Observatory Association yang dalam rangkaian acaranya akan mengadakan seminar pada:

Hari : Rabu
Tanggal : 26 Februari 2014
Waktu : 13.00 - 14.00 WIB
Tempat : Gedung BSC-A lantai 1

Acara ini terbuka bagi dosen dan mahasiswa.

====================================

Rencana Pembangunan Observatorium di Permukaan Bulan

Bulan adalah benda langit besar yang terdekat dengan Bumi. Di atas permukaan Bulan tidak ada atmosfir seperti di Bumi, sehingga, jika kita menempatkan teropong bintang di permukaan Bulan, cahaya bintang-bintang bisa langsung diterima teropong tanpa mengalami serapan atmosfir dan tidak diganggu awan. Dengan demikian kualitas citra yang direkam oleh detektor teropong akan menjadi prima. Di Bumi gelombang EM tertentu, seperti sinar Gamma, sinar X, sinar UV dan lain-lain yang berasal dari bintang tidak dapat dideteksi karena terhalang atmosfir. Akan tetapi di permukaan Bulan gemombang EM apapun bisa dideteksi.

Berdasarkan kondisi itu dikembangkan ide untuk membuat observatorium permanen dipermukaan Bulan. Teknologi sudah memungkinkan untuk mengendalikan teropong di Bulan dari Bumi secara robotik.

Langkah besar pertama untuk melakukan pengujian awal tentang kemungkinan pembangunan observatorium di Bulan itu telah dilaksanakan dengan mengirimkan sebuah teropong UV kecil yang diterbangkan oleh pesawat antariksa Chang'e milik Tiongkok pada bulan Desember 2013, dan sekarang sudah mulai beroperasi.

 
Peluncuran Buku
Monday, 03 February 2014 08:17

 
« StartPrev12345678910NextEnd »

Page 1 of 11
English (United Kingdom)Indonesian (Indonesia)

Latest News

feed-image Feed Entries

Agenda Terbaru

No events